Contoh Produk Eco Design
Nama : Indra Bagus Alvianto
NIM : 1201164257
Kelas : TI-40-10
Dosen : Bapak Abdul Malik Firdaus
Nama : Indra Bagus Alvianto
NIM : 1201164257
Kelas : TI-40-10
Dosen : Bapak Abdul Malik Firdaus
Batu bata merupakan salah satu bahan material sebagai bahan pembuat dinding.
Batu bata terbuat dari tanah liat yang dibakar sampai berwarna kemerah merahan. Seiring perkembangan zaman, penggunaan batu bata semakin meningkat. Hal ini disebabkan banyaknya orang yang ingin membangun rumah. Walaupun batu bata bukanlah sebuah pilihan utama bagi material pembangunan rumah tetapi masih banyak orang yang menggunakan batu bata sebagai pilihan utama dalam material pembangunan rumah,khususnya dalam pembuatan dinding rumah.
Penggunaan batu bata harus di iringi dengan penggunaan semen sebagai perekatnya. Namun, menurut saya hal itu kurang efektif karena pada saat dinding ingin direnovasi kita harus menghancurkan batu bata tersebut sehingga kita tidak bisa menggunakannya kembali (reuse).
Rina Nurhayati mencoba untuk menyelesaikan masalah tersebut sehingga ia memiliki sebuah ide yang bernama ecobata.
Apa itu ecobata?
Ecobata adalah sebuah inovasi bentuk baru dari batu bata yang bisa menghemat penggunaan semen. Teknik semen yang digunakan oleh ecobata adalah vertical cementing yaitu mengisi semen di dalam rongga ecobata.
Ecobata dapat disusun seperti lego hingga saling mengunci pergerakan satu sama lain. Selain itu, rongga tengah dapat dimanfaatkan dan dikreasikan untuk instalasi kabel listrik,instalasi pipa air dan juga ventilasi udara.
Fungsi lain dari Ecobata adalah sebagai aksesori seperti pot bunga, pijakan cantik di tengah taman, bahkan pijakan refleksi untuk telapak kaki.
Menurut saya pengunaan Ecobata ini sangat efektif untuk digunakan karena kita tinggal menyusun batu bata tersebut dan menaruh semen diantara rongga rongga yang terdapat di batu bata. Namun ecobata kurang efisien dengan menggunakan tanah liat sebagai bahan dasar pembuatan bata. Saran saya dengan mengganti bahan dasar pembuatan menggunakan campuran pasir,kapur,dan semen. Karena selaim ramah lingkungan,penggunaan bahan baku ini memiliki karakteristik tahan api,kuat terhadap tekanan tinggi,daya serap air rendah,kedap suara,dan menyerap matahari secara signifikan.

Apakah ecobata ini dapat digunakan untuk semua jenis bangunan? Dan seberapa lama durabilitas yang dimiliki eco bata tersebut? Terimakasih
BalasHapushanya bisa untuk rumah biasa saja. Ketahanan dari eco bata yang sudah di ubah bahan dasarnya ini kira kira bisa mencapai 1 dekade
Hapusbukannya membutuhkan keahlian khusus dalam pemasangan ecobata tersebut? jika iya brarti akan merugikan SDM tingkat bawah seperti kuli proyek komplek,tentu akan menyebabkan pengangguran natural dengan inovasi ini
BalasHapuskenapa anda mengeluarkan produk ini?
BalasHapusjika eco bata dan batu bata biasa dibandingkan, akankah ketahanan untuk menopang dan durabilitas tersebut sama?
BalasHapusterima kasih
Apakah produk ini sudah digunakan masyarakat? Dan adakah perbedaan yang lebih spesifik dengan batu bata oada umumnya?
BalasHapusBagaimana mengenai harga ecobata ini?apakah dapat dijangkau oleh semua golongan masyarakat?
BalasHapusTerimakasih informasinya
BalasHapusApa saran anda agar produk tersebut lebih ramah lingkungan lagi?
terima kasih
apakah produk tersebut sama kuatnya seperti batu bata pada umumnya?
BalasHapusJadi eco bata dan eco design ini ada hubungannya? Apa itu?
BalasHapusMengapa dalam ecobata terdapat unsur ecodesain, padahal hanya mengurangi penggunaan semen?
BalasHapusApa konsumen yang dituju dalam pembuatan produk ini?
BalasHapusapa bata ini dapat ditumbuhi lumut seperti bata pada umumnya ?
BalasHapusselamat siang saudara bagus, dalam proses pembuatan eco bata apakah seperti batu bata pada umumnya? jika iya tentunya menghasilkan limbah, bagaimana pengolahan limbah tersebut agar tidak mencermari lingkungan? terima kasih
BalasHapusBerikan jawaban atas pertanyaan teman-teman nya dulu ya. Teirmakasih
BalasHapus